52% Perusahaan BUMN Rugi, Danantara: Pemangkasan Cipta Efisiensi Rp50 Triliun Tanpa PHK

Ants - Pemerintah lewat Badan Pengelola Investasi Daya Angkatan Nusantara (BPI Danantara) mempercepat penyederhanaan BUMN dengan mengurangi jumlah badan usaha dari 1.077 perusahaan menjadi kisaran 200 hingga 300 perusahaan.

Vice President Operasional (VPOper) dan Direktur Perusahaan Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa tindakan ini diharapkan mampu menciptakan penghematan sebesar Rp 50 trilyun setiap tahun tanpa melakukan pemecatan karyawan secara besar-besaran.

Dony menyampaikan bahwa proses penyederhanaan atau penghematan terhadap BUMN sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada tahun 2026. Dia menjamin, semua pegawai tetap akan diperhatikan dan dikirim ke perusahaan yang telah melakukan konsolidsi.

Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan agar perubahan signifikan dalam lingkungan BUMN tidak mengakibatkan kerugian bagi karyawan.

"Tentu saja Bapak Presiden tidak menginginkan terjadinya pemecatan," kata Dony dilansir pada Jumat (12/6).

Dia menyampaikan bahwa penyederhanaan BUMN dilaksanakan guna menangani jumlah perusahaan yang tidak efisien serta mengalami kerugian. Diketahui, dari keseluruhan 1.077 perusahaan pada masa kini, sekitar 52 persen dicatatkan dalam kondisi rugi. Total kerugian yang dialami oleh perusahaan-perusahaan tersebut telah mencapai Rp 20 triliun.

Donny menyampaikan bahwa Danantara sudah mengevaluasi dampak ekonomi dari kebijakan tanpa pemutusan hubungan kerja. Dari hasil tersebut, efisiensi yang didapat melalui penyederhanaan operasional jauh lebih tinggi daripada biaya upah yang harus dipenuhi.

"Mari kita hitung, jika dari perusahaan-perusahaan yang sedang kami sederhanakan ini, seberapa besar pengeluaran untuk upah pekerja dalam setahun? Ternyata hanya sekitar Rp 2 hingga 3 miliar," katanya.

Dengan kemampuan menghasilkan efisiensi hingga miliaran rupiah, Danantara memutuskan untuk tetap menjaga semua pegawai alih-alih melakukan pemecatan. Hal ini karena tabungan yang didapat jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menahan para karyawan.

"Maka, menurut saya, jika begitu saya akan mengambil seluruh karyanya, saya tetap bisa menghemat sekitar Rp 47 triliun," ujar Dony.

Dia memastikan bahwa semua karyawan tetap akan menjadi bagian dari perusahaan yang terbentuk melalui penggabungan. Baginya, para pekerja tidak boleh jadi pihak yang menerima akibat dari proses restrukturisasi perusahaan.

"Seluruh pegawai tidak akan dipangkas. Mereka akan tetap menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan setelah penggabungan dilakukan. Mengingat pertimbangan kami sebelumnya, kami tidak ingin menganiaya para pekerja. Sebab hal ini bukanlah kesalahan mereka," katanya.

Penyimpanan sampai dengan 50 miliar rupiah Kemudahan pengeluaran sebesar 50 miliar rupiah Pengurangan biaya mencapai 50 miliar rupiah Dana yang dihemat bisa mencapai 50 miliar rupiah Savings hingga 50 miliar rupiah Perhitungan hemat hingga 50 miliar rupiah Efisiensi anggaran sebanyak 50 miliar rupiah Mengoptimalkan dana hingga 50 miliar rupiah Hasil efisiensi mencapai 50 miliar rupiah Rencana penghematan senilai 50 miliar rupiah

Dony menyampaikan bahwa penyederhanaan BUMN dapat memberi keuntungan efisiensi sebesar 50 miliar rupiah setiap tahun. Hal tersebut dikarenakan Danantara menemukan adanya praktek transaksi ganda antara perusahaan induk, anak perusahaan hingga perusahaan turunan yang selama ini memicu pemborosan.

"Selama ini kita membiasakan layering transaction Antara orang tua kepada anak-anak, keturunan, hingga cucu, hal ini menimbulkan ketidak efisienan. Secara kira-kira besarnya ketidak efisienan tersebut adalah sebesar 30 miliar rupiah," katanya.

Misalnya, Danantara telah menyatukan PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, serta Pertamina International Shipping (PIS) yang terletak dalam sebuah rangkaian bisnis yang sama.

Berdasarkan pendapat Dony, penggabungan itu menghilangkan bermacam-macam biaya transaksi intern serta risiko akuntansi yang sebelumnya memberatkan perusahaan.

"Pertama, kami melakukan penggabungan perusahaan dan telah berhasil menekan biaya sebesar kira-kira USD 600 hingga 700 juta melalui proses tersebut," katanya.

Praktik serupa juga terjadi dalam lingkungan Grup Telkom. Donny mengungkapkan bahwa berbagai proyek pengembangan jaringan kabel optik memerlukan proses melalui beberapa tingkat perusahaan sebelum dilaksanakan, hal ini menyebabkan munculnya biaya tambahan yang tidak diperlukan.

Menurutnya, apabila seluruh proses streamlining Setelah diselesaikan, jumlah perusahaan berkurang hingga sekitar 254 entitas, sehingga Danantara dapat menghasilkan efisiensi sebesar kurang lebih Rp 50 triliun tanpa perlu menunggu naiknya laba dari perusahaan yang telah diintegrasikan.

Jadi, kami memiliki dana sebesar Rp 50 triliun jika proses ini telah selesai dilakukan. Kami memperoleh tabungan langsung tanpa perlu meningkatkan kualitas manajemen serta profitability Daripada hasil gabungan tersebut, di hadapan kami terdapat dana sebesar Rp 50 triliun," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar