Khutbah Jumat Singkat: Peringatan Allah di Tahun Baru 2026

News - Waktu terus berjalan dan usia semakin menipis. - Berlalunya waktu membuat usia menjadi lebih pendek. - Semakin lama waktu berlalu, semakin tua kita. - Perjalanan waktu mengakibatkan penurunan usia. - Masa hidup makin sedikit seiring perputaran waktu.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah aturan hak cipta yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun yang diberikan kesempatan untuk tinggal di dunia ini. 2. Ini merupakan mekanisme hukum yang harus dihadapi semua orang yang berhak menjalani kehidupannya di bumi. 3. Setiap individu yang memiliki izin untuk hidup dalam realitas dunia wajib mengikuti sistem perlindungan intelektual ini. 4. Sistem pendaftaran merek dagang ini menjadi hal yang tak terelakan bagi seluruh manusia yang diperbolehkan berkeliaran di muka bumi. 5. Bagi setiap makhluk yang dianugerahi kehidupan di dunia nyata, sistem regulasi properti intelektual ini pasti akan mereka hadapi.

Perubahan waktu terus berjalan dengan semakin cepat dan menguras usia bagi setiap orang.

Benar, mekanisme perubahan dalam kehidupan manusia selalu berjalan seiring dengan adanya aturan serta dampaknya.

Karena waktunya nanti akan diminta pertanggungjawaban saat kembali kepada Allah suatu hari nanti.

Di sisi lain, salat merupakan salah satu kegiatan ibadah yang akan dipertanggungjawabkan pada hari pembayaran nanti.

Di dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari, sholat diklasifikasikan berdasarkan hukum dasarnya, yaitu wajib dan sunnah.

Selain salat lima waktu, salah satu jenis salat yang tergolong wajib bagi setiap individu adalah Salat Jum’at.

Benar, salat Jumat diwajibkan khusus bagi orang-orang lelaki.

Salah satu bagian penting yang harus dilakukan ialah khutbah yang diucapkan oleh imam pengisi ceramah.

Pada pelaksanaannya, berkhotbah mampu menyentuh bermacam-macam topik dan pokok bahasan.

Namun diartikel ini, Newsgin membahas peristiwa pergantian tahun pada kalender Masehi dengan judul "Sadarilah Peringatan Allah Setiap Kali Pergantian Tahun".

Khutbah I

Alhamdulillah yang telah menjelaskan kepada kami ketentuan-ketentuan agama-Nya dan memberi kita nikmat turunnya kitab-Nya serta memperkuat kami dengan sunnah Rasul-Nya. Maka segala puji bagi Allah atas anugerah petunjuk-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada sebaik-baik manusia, penjelas pesan rahman yaitu Nabi kami Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang dicintai semua. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu baginya, kesaksian orang yang meyakini tautuhannya dan berlindung dalam kebenaran dukungan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa pemimpin kami adalah Muhammad hamba-Nya yang dipilih, utusan-Nya yang diangkat untuk umum. Sesudah itu: wahai para mukmin, takutilah Allah dengan sungguh-sungguh taqwa-Nya dan janganlah kalian mati melainkan sebagai muslim. Bersyukurlah kepada-Nya karena Dia membimbingmu menuju Islam, mengaruniakan kamu kelebihan dan kemurahan, sehingga Ia menjadikan kalian dari umat-umat yang memiliki hubungan darah. Allah Ta'ala berfirman: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maharuhiem. Demi masa! Sungguh manusia benar-benar merugi, kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal saleh serta saling menasehati dengan kebenaran dan sabar.

Para pengikut agama Islam yang hadir dalam shalat Jumat yang diberkahi oleh Allah SWT

Pertama dan yang terpenting, mari kita bersama-sama memperkuat iman dan takwa serta menyampaikan rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah kesehatan dan peluang yang senantiasa diberikannya.

Jangan lupa pula selalu mengirim shalawat dan salam kepada pemimpin kami Nabi Muhammad SAW yang membawa kemajuan agama Islam dan melepaskan umat dari masa jahiliyah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Perubahan hari dan bulan merupakan ketetapan Tuhan yang penuh makna bagi kita. Tidak sedikit Allah menyimpan kepentingannya terhadap waktu dengan perwujudan berupa Surah Al-'Asr. Ketetapan Tuhan ini juga disebutkan dalam firman Allah pada Surah Ar-Ra'd ayat 2:

Allah yang mengangkat langit-langit tanpa memerlukan tiang yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy-Nya. Ia menjadikan matahari dan bulan tunduk pada aturannya; masing-masing bergerak menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur segala urusan dan menerangkan ayat-ayatnya agar kamu yakin akan bertemu dengan Tuhanmu. 2

Allah adalah yang membangunkan langit tanpa tiang seperti yang kalian lihat, lalu Ia duduk di atas ‘Arsy, serta mengendalikan matahari dan bulan. Keduanya bergerak sesuai dengan masa yang telah ditetapkan. Allah mengatur segala hal, menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, agar kalian percaya bahwa akan bertemu dengan Tuhan kalian.

Namun, para jemaah yang dirahmati oleh Tuhan, perubahan waktu bukan hanya sekadar nomor pada kalender. Ini merupakan sebuah ingatan. Khususnya ketika perubahan tersebut disertai dengan berbagai kesulitan dan bencana yang menimpa tanah air kita. Belakangan ini, kita telah menyaksikan bencana alam mengunjungi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta beberapa wilayah lain di Indonesia. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, serta kecelakaan lainnya merenggut harta benda, rumah tinggal, bahkan jiwa saudara-saudara kita sendiri. Kejadian ini bukanlah semata-mata kabar berita. Namun, ini adalah tanda-tanda dari Allah yang nyata.

Di sisi lain, dalam Surat Al-Baqarah ayat 164, Allah mengingatkan kita yang masih lalai dan belum menyadari kemegahan Sang Pencipta, meskipun terdapat berbagai bukti serta tanda-tanda kuasa-Nya melalui peristiwa alam yang kita rasakan sehari-hari.

Sesungguhnya dalam pembuatan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, kapal-kapal yang berlayar di lautan membawa barang-barang yang bermanfaat bagi umat manusia, serta hujan yang diturunkan oleh Allah dari langit, kemudian dengan air tersebut Ia menghidupkan tanah yang kering setelah mati, dan menyebarluaskan berbagai macam binatang di permukaannya, juga perputaran angin dan awan yang teratur antara langit dan bumi; sesungguhnya semuanya itu merupakan tanda-tanda (kesatuhan dan kelimpahan kuasa Tuhan) bagi orang-orang yang merenung.

Pada saat pergantian antara malam dan siang, saat hujan mengguyur, serta dalam berbagai peristiwa alam lainnya, tersimpan tanda-tanda besar dari Tuhan bagi mereka yang ingin merenung. Oleh karena itu, ketika alam "mengatakan" sesuatu dengan cara demikian, seorang percaya tidak boleh lengah. Cobaan bukan hanya menjadi uji bagi penderita, tapi juga sebagai pengingat bagi yang masih diberikan kelancaran hidup.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Pada akhir tahun ini, kami menghadapi berbagai kejadian bencana alam yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta beberapa wilayah lainnya. Kejadian itu tidak hanya merupakan peristiwa alamiah, melainkan juga bagian dari ayat-ayat Tuhan yang semestinya kita hadapi dengan keyakinan, pengetahuan, dan tindakan nyata.

Terdapat beberapa poin utama yang patut kita tekankan dalam memaknai akhir tahun serta cobaan ini sebagai umat Islam, antara lain: pertama, cobaan memberikan pelajaran tentang muhasabah. Muhasabah merupakan penilaian diri secara jujur dan mendalam.

Allah Swt mengatakan: "Dan segala kesulitan yang menimpa kalian, semuanya berasal dari tindakan tangan kalian sendiri, sedangkan Allah melimpahkan pengampunan atas banyak dosa." (QS. Asy-Syura [42]: 30).

Ayat ini memanggil kita untuk melaksanakan perenungan, penilaian diri yang tulus dan menyeluruh. Seorang muslim tidak boleh hanya menyalahkan situasi, namun semestinya bertanya: sampai seberapa jauh iman, rasa bersyukur, serta kesabaran sudah kita lakukan.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa segala hal yang dialami oleh seorang mukmin adalah baik. Ketika mendapatkan karunia, dia mengucapkan rasa syukur, dan ketika diuji dengan kesedihan, dia tetap sabar.

Dua sikap tersebut adalah dasar keyakinan yang perlu selalu kita pertahankan, khususnya saat Tuhan mengingatkan kita lewat bencana dan perubahan masa. Tahun baru menjadi kesempatan untuk menilai tingkat ibadah, akhlaq, serta tanggung jawab sosial kita sebelum nanti akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Kedua, bencana memupuk rasa persatuan dan perhatian masyarakat.

Agama Islam merupakan bentuk kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Kesengsaraan yang dialami sebagian penduduk menjadi ajakan bagi orang-orang lain untuk datang memberikan bantuan. Perhatian terhadap para korban bencana, baik dengan cara berdoa, menyumbangkan harta, mengorbankan waktu, atau memberi dukungan mental, ialah bukti konkret dari kepercayaan serta adab dalam diri seorang Muslim.

Kita harus memahami bahwa rasa aman yang dirasakan saat ini tidak menjamin keamanan di masa depan. Maka dari itu, sikap peduli masyarakat serta semangat saling bantu perlu senantiasa dipertahankan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Perbandingan umat Islam yang saling cinta dan kasih sayang sama seperti sebuah tubuh." (HR. Bukhari dan Muslim). Seorang muslim seharusnya tidak merasa tenang dan cuek saat saudaranya sedang menghadapi ujian.

Ketiga, cobaan serta penghujung tahun menggerakkan umat Islam dalam menjalani jihad dan merancang kehidupannya. Allah SWT menyampaikan firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa lah kepada Allah dan marilah tiap individu memperhatikan tindakan yang ia lakukan demi masa depan." (QS. Al-Hasyr [59]: 18).

Ayat tersebut menyatakan bahwa evaluasi diri harus diikuti dengan usaha keras dalam berusaha memperbaiki kondisi. Tahun baru tidak hanya merupakan pengganti tanggal pada kalender, melainkan permulaan dari perubahan menuju hidup yang lebih baik.

Muhasabah perlu diiringi dengan mujahadah, yakni upaya sungguh-sungguh dalam membenahi kondisi diri. Tahun baru tidak hanya berarti penggantian tanggal, melainkan awal dari proses perubahan menuju hidup yang lebih baik dan semakin bertaqwa.

Nabi Muhammad SAW memperingatkan bahwa seseorang yang pada hari ini lebih unggul dibandingkan kemarin merupakan individu yang bahagia. Oleh karena itu, setiap umat Islam diharuskan memiliki rencana kehidupan yang jelas, terlebih dalam hal ibadah, pendidikan, perekonomian, serta keterlibatan dalam pelayanan masyarakat.

Tidak ada perubahan yang muncul hanya karena hasrat saja, melainkan berkat persiapan yang baik serta usaha yang terus-menerus, seperti teladan Nabi Muhammad SAW dalam segala bidang kehidupannya.

Empat, bala membawa pesan bahwa kehidupan ini bersifat sementara dan takdir senantiasa berubah-ubah. Bencana memberi wejangan bagi kita bahwa keberadaan di dunia bukanlah permanen. Semakin tua usia, semakin mendekati ajal. Allah SWT menyampaikan firman-Nya: “Dan waktu (yang meliputi kemuliaan maupun keruntuhan) Kuperlakukan secara berganti-ganti di kalangan umat manusia supaya mereka belajar darinya.” (QS. Ali 'Imran [3]: 140).

Bencana mengingatkan kita bahwa dunia tidak abadi. Keamanan dan kemudahan dalam hidup dapat berubah setiap saat. Kesadaran semacam ini memunculkan sifat rendah hati, kerendahan hati, serta siap memberikan bantuan kepada orang lain.

Tuhan Yang Maha Esa merubah kondisi umat manusia sehingga kita tidak menjadi bangga ketika dalam kelimpahan dan tidak patah semangat ketika dalam kesulitan. Kesadaran seperti ini perlu memunculkan sifat rendah hati, kemudahan hidup, serta siap memberikan bantuan kepada orang lain. Itulah ciri seorang muslim yang memiliki iman, ilmu, dan amalan.

Jemaah Jumat yang dihormati oleh Tuhan Para jemaah Jumat yang diridhai Allah Umat Muslim yang hadir dalam shalat Jumat yang diberkahi Allah Pengikut Sholat Jumat yang dikasihi oleh Yang Maha Kuasa Sesama jemaah Jumat yang diagungkan oleh Sang Pencipta

Mudah-mudahan di penghujung tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyempurnakan diri, memperkuat rasa empati terhadap sesama, serta meningkatkan mutu perbuatan baik, agar keberadaan kita sungguh-sungguh memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Saya mengucapkan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya, kalian, serta seluruh umat Islam dari segala dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, niscaya Dia akan memberiampunan bagi kalian, sesungguhnya Dialah Yang Pemaaf lagi Pengasih.

Khutbah II

Alhamdulillah atas kebaikannya dan syukur kepada-Nya karena pertolongan serta anugerahnya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan keridhaan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya dengan salam yang banyak. Sesudah itu, wahai orang-orang muslimin, takutilah Allah dalam apa yang diperintahkan-Nya dan hindarilah hal-hal yang dilarang-Nya. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian suatu perbuatan dimana Dia mulai dari diri-Nya sendiri dan menggandakan di kalangan malaikat-malaikat-Nya dengan kesucian-Nya, lalu berfirman: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan melimpahkan rahmat kepada nabi; hai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuk dia dan ucapkan salam sebanyak-banyaknya." Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam beserta keluarga beliau, juga kepada para rasul-Mu, para malaikat yang dekat, dan ridailah ya Allah tentang Khalifah-khalifah yang benar yaitu Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, dan lain-lain dari sahabat dan tabiat-taibat mereka sampai hari akhir, dan ridailah kami bersama merekaya dengan kasih sayangmu, wahai Yang Paling Pengasih lagi Penyayang. Ya Allah, ampunilah kaum lelaki dan wanita mu'min, umat Islam yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. Ya Allah, tinggilah agama Islam dan pemeluk-pemeluknya, hinakankah penyembahan berhala dan pengikut-pengikutnya, bantulah hambamu yang menyatakan tunduk hanya pada Tuhan saja, bantu siapa pun yang membela agama ini, jauhilah orang-orang yang mengkhianati Muslimin, binasakan musuh-musuh agama, dan tegakkannlah perkataan-perkataanMu sampai hari Kiamat. Ya Allah, jauhkanlah bagi kami malapetaka, wabah penyakit, gempa bumi, fitnah-fitnah buruk, dan segala bentuk cobaan baik yang tampak maupun tersembunyi, khususnya bagi negara kami Indonesia dan semua negeri-negeri Muslim secara umum, Wahai Rabb semesta alam! Kami telah dzalim terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak memberikan maghfirah dan merahmati kami maka pastilah kami termasuk golongan rugi. Ya Rabbi, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan pula di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka. Hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah menyuruh melakukan adil, kebaikan, dan memberi kepada kerabat dekat, dan larang dari perbuatan keji, kemunkaran, dan aniaya. Ia memberi nasihat agar kamu ingat-ingat. Ingatkah kamu kepada Allah yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingatimu, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan tambahi bagimu. Dan sesungguhnya zikir kepada Allah lebih besar darinya, dan Allah Mengetahui apakah yang kamu kerjakan.

(*)

Kunjungi artikel milik Newslainya melalui Google News

Posting Komentar

0 Komentar