Ants - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan lagi dalam perdagangan hari Kamis (11/6), menyusul penutupan naik sebesar 2,71 persen menjadi 5.902 pada sesi trading Rabu (10/6). - Prediksi menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali meningkat saat berdagang di hari Kamis (11/6), setelah sempat melonjak 2,71 persen menjadi 5.902 pada perdagangan kemarin, yaitu Rabu (10/6). - Pada perdagangan Kamis (11/6), IHSG diperkirakan akan kembali melemah naik setelah berhasil bertambah 2,71 persen hingga mencapai angka 5.902 pada sesi Rabu (10/6).
Selanjutnya, zona peningkatan terdekat IHSG diperkirakan berada dalam kisaran antara 5.594 sampai dengan 6.065. Mengenai tingkatannya support berada pada angka 5.594 dan 5.344, sementara tingkatannya resistance berada pada angka 5.941 dan 6.065.
Di dalam analisisnya, MNC Sekuritas menyatakan bahwa IHSG saat ini sedang berada di fase wave (iv) dari wave 3. Mengacu pada proyeksikan teknis tersebut, IHSG masih memiliki kesempatan untuk terus meningkat dan mencoba menembus kisaran 6.065 hingga 6.256 serta menguji level Moving Average 20 (MA20). Atau: Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh MNC Sekuritas, indeks IHSG kini berada di tahap wave (iv) dari gelombang ke-3. Dengan prediksi teknikal seperti itu, IHSG tetap punya potensi naik lagi untuk mengujai titik antara 6.065 sampai dengan 6.256 sambil juga mendekati posisi MA20. Atau: MNC Sekuritas melakukan analisis yang menyebutkan bahwa IHSG saat ini ada pada komponen wave (iv) dari wave 3. Menurut perkiraan teknikal mereka, IHSG masih mungkin melanjutkan tren penguatannya agar bisa mencapai zona 6.065–6.256 sekaligus menjajaki tingkat Moving Average 20 (MA20).
MNC Sekuritas menyarankan strategi Buying on weakness pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengalami penurunan sebesar 2,93 persen menjadi posisi 3.310 diiringi meningkatnya permintaan menjual.
Gerak harga saham ini masih gagal melewati MA20. Para analis mengharapkan bahwa kondisi AMMN saat ini berada dalam tahap gelombang (iv) dari gelombang [v]. Investor dianjurkan untuk melakukan buy on weakness dalam kisaran 3.130–3.280 dengan harga target 3.780 dan 4.100, serta stoploss di bawah 3.010.
Stock PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) mengalami kenaikan sebesar 0,68% menjadi tingkat 147 didukung oleh meningkatnya jumlah belanjaan investor. Saat ini, posisi BIPI diprediksi sedang dalam gelombang keempat dari gelombang (C). Strategi buy on weakness dianjurkan dalam kisaran 135–142, dengan harga target 176 dan 193, serta stoploss di bawah 132.
Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (MINA) mengalami penurunan yang stabil pada posisi 290, meskipun tetap mendapat dukungan dari volume beli yang tinggi. Perkembangan harga saham tersebut masih terbatas karena pengaruh kisaran rata-rata moving average 20 dan 60 hari.
Saat ini, MINA diprediksi sedang mengalami tahap awal dari gelombang [iii] dalam gelombang C. Para investor bisa melakukan buy on weakness dalam kisaran 276–286 dengan harga target 328 dan 362, serta stoploss di bawah 264.
Harga saham PT Net Visi Media Tbk. (WIFI) naik sebesar 0,98 persen menjadi posisi 1.545, meski diiringi adanya penawaran menjual. Kini, WIFI tengah dalam proses pembentukan gelombang keempat dari gelombang (C). Strategi buy on weakness dianjurkan dalam kisaran 1.465–1.540 dengan harga target 1.735 dan 1.880, serta stoploss di bawah 1.425.
0 Komentar