Ants— Kiper Andhika Ramadhani secara resmi mengakhiri kariernya bersama Persebaya Surabaya pada hari Rabu (10/6/2026) malam setelah gagal masuk ke dalam daftar pemain yang diturunkan oleh Bernardo Tavares di Liga Utama 2026/2027.
Kiper asal Surabaya tersebut berpamitan dari Green Force dengan catatan 23 kali menjaga gawang tanpa kebobolan dalam 69 pertandingan Liga selama lima musim terakhir.
Apa Alasan Andhika Ramadhani Mengambil Keputusan untuk Bercerai?
Persebaya Surabaya mengakhiri keterlibatan dengan Andhika Ramadhani lewat akun Instagram milik klub.
Kiper berumur 27 tahun tersebut termasuk di antara sembilan pemain yang didepak sebelum penyusunan tim baru untuk musim mendatang.
"Persebaya menyampaikan terimakasih untuk pengabdian dan usaha yang telah dilakukan. Ada rasa senang, ada sedih. Ada kemenangan, juga kekalahan. Ada pertemuan, serta perpisahan. Marilah kita ingat hal-hal indah saja, karena sesungguhnya kita tetap menjadi satu keluarga besar Persebaya," demikian tulisan dari Persebaya Surabaya.
"Semoga selalu berhasil di manapun berada," tambah Persebaya Surabaya.
Andhika Ramadhani tercantum sebagai salah satu pemain yang hengkang bersama Leo Lelis, Oktafianus Fernando, Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, Milos Raickovic, Mihailo Perovic, Pedro Matos, serta Riyan Ardiansyah.
Putusan tersebut merupakan bagian dari penyusunan ulang besar yang dilakukan Green Force menghadapi masa depan baru dibawah kepemimpinan Bernardo Tavares.
Beberapa saat setelah pengumuman resmi dari klub, Andhika Ramadhani juga mengucapkan pesan perpisahan lewat akun Instagram miliknya.
Dia mengatakan bahwa keputusannya untuk pergi dilakukan guna mencari pengalaman baru serta memperluas jenjang kariernya ke tahap yang lebih tinggi.
Apa isi pesan yang menyentuh dari Andhika kepada Bonek dan Bonita?
Pada unggahannya, Andhika Ramadhani mengatakan bahwa Persebaya Surabaya adalah tempat tinggal yang telah memainkan peran signifikan dalam jalannya kehidupan dan karier dia sejak tahun 2018.
Selama delapan tahun menghabiskan waktu dalam lingkungan klub, dia merasakan perkembangan baik sebagai atlet maupun sebagai individu.
"Hari ini saya ANDHIKA RAMADHANI menyampaikan ucapan terima kasih serta salam perpisahan," tulis Andhika Ramadhani.
Untuk PERSEBAYA SURABAYA, tempat yang telah menjadi bagian krusial dalam perjalanan hidup serta karier saya sejak tahun 2018 sampai dengan 2026. Berbagai kenangan, pembelajaran, usaha, dan kegembiraan telah saya terima bersama klub ini.
Dia menekankan bahwa pergi bukanlah tujuan untuk mengabaikan klub yang telah memberinya nama besar. Justru, tindakan ini dilakukan guna meningkatkan pengalaman serta persiapan menuju kariernya yang lebih baik di masa depan.
Keputusan saya memutuskan hubungan karena saya ingin menggali pengetahuan, meraih pengalaman yang baru, serta tumbuh lebih jauh di lokasi dan lingkungan yang baru. Langkah ini dilakukan demi masa depan, agar bisa terus belajar dan menjadi versi terbaik dari diriku.
Andhika juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua anggota tim, termasuk pengelola, pelatih, rekan satu tim, serta Bonek dan Bonita yang telah memberi dukungan sepenuhnya sejak dulu.
Saya pergi bukan demi menghilangkan kenangan, tapi agar bisa pulang suatu saat kelak dengan bentuk diri yang lebih dewasa, lebih tangguh, serta lebih siap menyajikan yang terbaik.
Sampai berjumpa kembali. PERSEBAYA akan tetap jadi tempat tinggal saya. WANI.
Berapa besar kontribusi Andhika Ramadhani terhadap Persebaya Surabaya?
Andhika Ramadhani dilahirkan di Surabaya pada tanggal 5 Januari 1999 dengan posisi sebagai penjaga gawang.
Menurut informasi dari Transfermarkt, pemain yang berbadan tinggi 1,84 meter ini memiliki harga pasaran sebesar Rp 3,04 miliar dan telah menandatangani perpanjangan kontrak terbaru bersama Persebaya Surabaya pada tanggal 9 Mei 2023.
Walaupun telah mengikuti kegiatan klub sejak tahun 2018, pengakuan resmi tentang keterlibatannya dicatatkan pada tanggal 26 September 2020. Kesepakatan kontraknya dengan tim Green Force akan berakhir pada 31 Mei 2026.
Menurut data Liga, Andhika bermain dalam 69 laga untuk Persebaya Surabaya mulai dari musim 2021/2022 sampai dengan 2025/2026. Dalam pertandingan-pertandingan itu, dia mengalami 72 gol yang masuk dan meraih 23 kali tidak kecolongan.
Momen paling mengesankan dalam hal tidak kecolongan terjadi saat Liga Utama 2025/2026. Dari 11 laga, Andhika hanya kemasukan delapan gol serta mencatatkan tujuh kali tanpa kebobolan.
Laporan tersebut mencerminkan kesuksesan yang luar biasa karena sebagian besar pertandingannya berakhir dengan tidak kecolongan gol. Angka ini termasuk di antara yang terbaik selama masa karier nya bersama Green Force.
Kisah Warisan 23 Lembar Kertas Putih yang Tak Terlupakan
Konsistensi performa Andhika Ramadhani di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya terlihat dalam beberapa musim belakangan ini. Di musim 2021/2022, dia berhasil meraih enam kali tanpa kebobolan dari total 17 laga yang dimainkannya.
Pada musim 2022/2023, jumlah menit bermainnya cenderung sedikit karena hanya tampil dalam enam pertandingan dan mencatat satu kali tanpa kebobolan. Tetapi, dia mulai memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi di musim 2023/2024.
Pada masa itu, Andhika bermain dalam 22 laga dengan catatan enam kali menjaga gawangnya tetap bersih dan mengalami 23 gol yang tercipta dari lawannya.
Di musim 2024/2025, dia kembali meraih 13 laga dengan tiga kali tanpa kebobolan sebelum menunjukkan penampilan terbaiknya di musim terakhir.
Secara keseluruhan, 23 kali tanpa kebobolan yang dicatatkan Andhika menjadi bagian dari warisan berharga dari pemain lokal Surabaya ini.
Sekarang ini, langkah baru sedang menghadapinya di klub yang berbeda, sementara Persebaya Surabaya memasuki masa baru dengan dibimbing oleh Bernardo Tavares.
Untuk para penggemar Bonek dan Bonita, nama Andhika Ramadhani akan terus diingat sebagai penjaga gawang yang berkembang dari akademi hingga menjadi pemain utama dalam skuad inti klub.
Janji untuk kembali pada suatu saat lagi juga membawa harapan bahwa cerita mereka bersama Green Force kemungkinan besar belum selesai sepenuhnya.
0 Komentar