Ants - Berbagai kebiasaan harian yang terlihat aman sesungguhnya memengaruhi kesehatan otak serta kondisi emosional seseorang dari segi psikologis. - Sejumlah perilaku biasa dalam kehidupan sehari-hari justru memberikan pengaruh signifikan terhadap fungsi otak dan kesejahteraan jiwa secara psikologis. - Banyak aktivitas rutin yang nampak tak membahayakan bisa berdampak nyata pada kesehatan otak dan kualitas hidup seseorang secara psikologis.
Studi yang dilakukan oleh berbagai lembaga, termasuk Harvard Health, menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sehat yang sering diterapkan secara berkala dapat meningkatkan penurunan kemampuan kognitif.
Mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan yang secara sembunyi mengganggu fungsi otak merupakan tahap awal dalam menciptakan pola hidup yang lebih baik bagi kesehatan jiwa jangka panjang.
Dilansir dari laman YourTango Pada hari Kamis (11/6), ini adalah sebelas kebiasaan rutin yang telah terbukti melalui penelitian dapat merusak otak serta kesejahteraan mental jika tidak diubah.
1. Mengucapkan hal-hal buruk tentang diri sendiri
Ahli psikologi Amy Morin mengatakan bahwa pengkritikan terhadap diri sendiri yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peningkatan tekanan mental yang akhirnya berdampak pada rasa cemas dan kesedihan.
Melakukan perubahan dari pikiran buruk terhadap diri sendiri menjadi ucapan positif merupakan tindakan nyata yang penting dalam menghentikan lingkaran tersebut.
2. Seringkali berada dalam lingkungan yang remang-remang
Banyaknya waktu yang dihabiskan dalam kegelapan dapat mengurangi produksi serotonin, yaitu senyawa kimia pada otak yang berperan dalam menjaga suasana hati serta kesejahteraan emosional secara menyeluruh.
Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Dermatologi Penyelidikan menunjukkan bahwa terkena sinar matahari dapat memperkurang risiko serangan stroke, gangguan jantung, serta peningkatan berat badan.
3. Konsumsi kafein berlebihan
Ahli saraf Nicole Clark menyampaikan bahwa mengkonsumsi lebih dari dua gelas kopi atau sekitar 400 mg kafein dalam sehari bisa menimbulkan rasa cemas, kesulitan tidur, serta nyeri kepala.
Konsumsi kafein dalam batas wajar umumnya aman, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan naiknya tingkat kolesterol serta masalah kesulitan tidur.
4. Segera mengambil handphone setelah terbangun di pagi hari
Memeriksa media sosial dan surel pada pagi hari secara langsung memberatkan otak dengan jumlah informasi yang berlebihan sebelum pikiran benar-benar pulih dan siap bekerja.
Kebiasaan ini telah terbukti menurunkan kreativitas dan produktivitas serta mengacaukan pola istirahat yang cukup apabila dilakukan tiap pagi tanpa henti.
5. Menggunakan headset untuk mendengarkan lagu berisik
Suara nyaring yang terdengar secara terus-menerus melalui headset memberatkan pikiran dengan rangsangan indrawi berlebihan yang menghambat kemampuan untuk berkonsentrasi dan tetap fokus.
Kebiasaan tersebut juga dapat membahayai terjadinya kerusakan tetap pada sel-sel rambut di dalam telinga yang bertugas meneruskankan getaran suara menuju otak.
6. Mengkonsumsi terlalu banyak informasi negatif
Berita buruk yang terus-menerus dapat menimbulkan respons stres jangka panjang dalam otak serta membentuk cara berpikir pesimistis yang selalu menduga hal-hal terjelek akan terjadi.
Membatasi durasi penggunaan berita setiap hari merupakan metode yang baik dalam menjaga kesehatan mental terhadap akibat buruk informasi berlebihan.
7. Tidur berlebihan atau kurang sekali
Para ahli dari American Chemical Society mengungkapkan bahwa kualitas tidur yang tidak baik dapat merusak bagian otak yang berperan dalam fungsi ingatan serta proses pembelajaran.
Ahli neurosains Adrian Owen dari Universitas Western menyatakan bahwa tidur lebih dari sembilan jam tiap malam dapat mengganggu ritme alami otak serta menurunkan kemampuan fokus.
8. Menarik diri dari hubungan dengan orang lain
Penelitian dalam Ilmu Kesehatan Biopsikososial menyebutkan adanya kaitan langsung antara kesendirian sosial dengan penurunan kemampuan kognitif seperti daya ingat dan komunikasi.
Meskipun interaksi sosial hanya sedikit saja, hal tersebut masih mampu membantu memelihara kesehatan emosional serta mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan hubungan antar individu.
9. Tubuh tidak berpindah tempat selama seharian
Ahli-ahli di Mayoclinic menyatakan bahwa aktivitas fisik yang rutin dapat meningkatkan kemampuan mental otak, menguatkan daya ingat, serta bermanfaat dalam menjaga kestabilan emosi.
Tidak diperlukan aktivitas fisik yang intens, cukup dengan jalan kaki selama lima menit atau melakukan peregangan di pagi hari telah membawa manfaat signifikan untuk kesehatan otak.
10. Melewatkan sarapan
Tidak menyantap sarapan memengaruhi tingkat gula dalam darah serta menurunkan pasokan energi yang diperlukan otak agar bekerja dengan maksimal sepanjang hari.
Berdasarkan informasi dari Piedmont Healthcare, kebiasaan tersebut dapat memicu rasa lelah, emosi yang mudah terganggu, penurunan kemampuan berkonsentrasi, serta meningkatkan tingkat stres yang berpengaruh negatif terhadap hubungan maupun kondisi kesehatan secara keseluruhan.
11. Kurang mengonsumsi cairan yang memadai
Klinik Cleveland menyampaikan bahwa kondisi dehidrasi dapat menekan sistem saraf dan menghambat suplai darah menuju otak, yang akhirnya bisa menyebabkan nyeri kepala serta rasa cemas.
Lembaga Pengembangan Obat Alzheimer juga menyebutkan bahwa kurangnya cairan yang terus-menerus memberikan dampak buruk terhadap ingatan, perhatian, serta kemampuan untuk berkonsentrasi seseorang.
0 Komentar