.CO.ID - JAKARTA PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melakukan perubahan terhadap kesepakatan pendanaan. Dalam pengungkapan informasi di Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat (2/1/2026), disebutkan bahwa dana tersebut akan dialokasikan kepada PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).
Pihak manajemen MBMA menyampaikan bahwa awal mulanya pendanaan perusahaan bersama dengan MTI dilakukan melalui akad mudharabah pada tanggal 28 Agustus 2025. Selanjutnya, pada 31 Desember 2025, MBMA sepakat untuk menetapkan besaran dana pembiayaan mudharabah menjadi senilai USD 108,51 juta.
"Persentase bagi hasil yang diberikan kepada perusahaan dari aktivitas bisnis MTI mencapai 23% dari penghasilan yang dibagi, berdasarkan proyeksinya setara dengan suku bunga Term SOFR tiga bulan ditambah 5,26% per tahun, serta memperkenalkan aturan mengenai valuta asing," jelas President Director Merdeka Battery Materials (MBMA), Teddy Nuryanto Oetomo, dalam pengungkapan informasinya di Bursa Efek Indonesia.
Dana Pembiayaan Mudharabah ini akan digunakan oleh MTI sebagai pengganti dana yang berasal dari kesepakatan fasilitas utama milik MTI. Dana tersebut akan dipergunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman yang sebelumnya sudah diambil guna mendanai pembelian aset tetap, biaya konstruksi, serta pengeluaran operasional proyek. “Transaksi ini bertujuan untuk menyesuaikan besarnya dana pembiayaan mudharabah dan persentase bagi hasil dalam Perjanjian Mudharabah," kata Teddy.
Pembelian ini tidak dianggap sebagai transaksi materiil karena besarnya transaksi belum mencapai 20% dari total valuasi modal perusahaan. Meskipun demikian, transaksi tersebut termasuk dalam kategori afiliasi karena MTI memiliki 80% saham yang dikuasai oleh MBMA.
Harga saham MBMA pada hari Jumat (2/1/2026) berakhir menguat sebesar 8,77% dengan harga Rp 620 per lembar saham, Harga saham MBMA di akhir perdagangan Jumat (2/1/2026) meningkat 8,77% menjadi mencapai Rp 620 per saham, Pada Jumat (2/1/2026), harga saham MBMA ditutup naik 8,77% sehingga harganya menjadi Rp 620 per saham, Di penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026), saham MBMA melonjak 8,77% dan menembus level Rp 620 per saham, Saham MBMA pada hari Jumat (2/1/2026) berhasil bertambah 8,77% dan berhenti pada angka Rp 620 per saham,
0 Komentar