Latja Akpol di Polres Malang: Kuatkan Pengalaman Lapangan Melalui Interaksi dengan Masyarakat

Ants– Puluhan taruna Sekolah Tinggi Kepolisian (STK) Angkatan III/58 Batalyon Ksatrya Hawin melakukan latihan kerja di Polres Malang dari tanggal 6 hingga 20 Juni 2026.

Dengan kegiatan ini, para siswa polisi memperoleh pengalaman nyata tentang penerapan tugas kepolisian sebagai persiapan sebelum mereka menjadi perwira di Kepolisian RI.

Kepala Kepolisian Resort Malang, Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa pelatihan kerja merupakan langkah krusial dalam membangun kompetensi teknis, watak kepemimpinan, dan keprofesionalan para calon perwira polisi.

"Latja tidak hanya merupakan pelaksanaan program pembelajaran, namun juga memberi kesempatan kepada siswa polisi untuk menerapkan pengetahuan yang didapat selama mereka berada di Akademi Kepolisian dalam kondisi tugas yang sesungguhnya di lapangan," ujar AKBP Taat melalui pernyataannya pada hari Jumat (11/6/2026).

Menurutnya, pemahaman mengenai proses kerja polisi tidak hanya bisa didapat dari pembelajaran di dalam ruang kelas. Pengalaman nyata di lapangan penting supaya para mahasiswa kepolisian dapat menyadari secara langsung fungsi Polri sebagai penjaga, penyemangat, serta pemberi layanan kepada masyarakat.

Selama proses latihan, para siswa polisi akan mengikuti berbagai aktivitas operasional dan pengembangan yang meliputi lima fungsi teknis kepolisian yaitu Lalulintas, Reserse Kriminal, Sabhara, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), serta Pemasyarakatan (Binmas).

Kepolisian Resort Malang, selanjutnya, bertekad menyediakan bimbingan serta pelatihan seoptimal mungkin sehingga peserta mendapatkan pengalaman yang menyeluruh saat mengikuti program latihan kerja.

"Kami berharap para siswa bisa memaksimalkan peluang ini dengan baik guna menambah pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta membentuk sikap kepemimpinan yang berkualitas dan bersifat jujur," katanya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, para siswa polisi juga diberi motivasi untuk mengerti penerapan Program Presisi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai anggota kepolisan.

"Melalui program magang ini, para siswa diharapkan dapat mengerti cara Program Presisi diterapkan dalam menjalankan tugas sehari-hari agar kelak mereka siap menjadi perwira yang tanggap terhadap perubahan serta keinginan masyarakat," ujarnya.

Dalam jangka waktu dua minggu penyelenggaraan Latja, peserta akan menjalani berbagai aktivitas seperti pembelajaran, pengamatan, serta latihan di lapangan dengan bimbingan petugas dari setiap divisi polisi.

"Kami berharap para siswa dapat merasakan pengalaman menyeluruh mengenai tugas polisi di suatu daerah. Dengan demikian, ketika mereka bertindak sebagai perwira kelak, mereka sudah memiliki dasar pemahaman, kemampuan, serta pengalaman yang cukup," ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar