Ringkasan Berita:
- Muharram adalah bulan pertama pada kalender hijriyah yang dihormati oleh agama Islam dan menjadi waktu penting bagi umat muslim untuk melakukan perbaikan diri serta menaikkan mutu ibadah mereka.
- Datangnya Muharram bisa dirayakan melalui beragam perbuatan baik, misalnya meningkatkan jumlah doa, memberi zakat, menjalankan puasa sunnat, serta memperkuat hubungan persaudaraan antar sesama.
- Tahun Baru Islam merupakan momen yang tepat untuk memulai hal-hal baru, merefleksikan diri, serta mengembangkan semangat perubahan hidup menuju masa depan yang lebih baik.
Ants Muharram adalah salah satu bulan yang dihormati dalam agama Islam. Keberadaannya menandai awal perubahan tahun pada kalender Hijriyah serta momen penting bagi umat Muslim untuk merefleksikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menguatkan komitmen untuk menjadi individu yang lebih unggul.
Muharram merupakan salah satu di antara empat bulan suci yang memiliki nilai istimewa. Nabi Muhammad SAW menyarankan kepada ummatnya agar lebih giat dalam melakukan perbuatan baik, seperti berpuasa sunnah, meningkatkan pemberian zakat, menjaga hubungan keluarga, serta memperbaiki mutu ibadah.
Marilah kita manfaatkan kedatangan bulan Muharram sebagai momen untuk meraih hal-hal baru dengan jiwa yang suci, menyempurnakan hubungan antar manusia, serta semakin dekat pada Tuhan Yang Maha Esa. Mudah-mudahan tahun hijriyah ini memberikan berkah, kesehatan, perlindungan, dan kelancaran di setiap langkah hidup.
Naskah Khotbah Jum'at menyambut Tahun Baru Hijriyah Khotbah Jum’at dalam rangka memperingati 1 Muharram Contoh Naskah Ceramah Jumat untuk Merayakan Awal Bulan Muharram Teks Khutbah Jumat yang Menghadapkan Pada Perayaan 1 Muharram Pembukaan Khotbah Jum'at Terkait Penetapan 1 Muharram Bahan Khotbah Juma’t Untuk Memasuki Bulan Muharrom Materi Khutbah Jumat Dalam Rangka Hari Pertama Bulan Muharram Teori dan Praktik Pembicaraan di Majelis Jumat tentang 1 Muharram Penjelasan Tentang Bahasan Khotbah Jum'at pada Saat Mulainya Bulan Muharram Rencana Isi Khutbah Jumat Yang Berkaitan dengan Tanggal 1 Muharram
Khutbah 1
Alhamdulillah Rabb al-'Aalamin, dan dengan-Nya kami meminta pertolongan dalam urusan dunia dan agama. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada para utusan yang paling mulia, Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta keluarga, sahabat-sahabatnya, dan mereka yang mengikuti beliau dengan kebaikan hingga hari kiamat. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Raja yang benar lagi jelas. Dan aku bersaksikan bahwa junjungan kami Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang telah menepati janji dan menjadi amanah. Sesudah itu, wahai hadirin! Takwilahlah Allah sesuai hak takwa mu, dan janganlah kamu mati melainkan sebagai orang-orang muslim. Allah Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan perhatikanlah dirimu apa yang engkau persiapkan untuk esok harinya; dan bertakwalah kepada Allah, karena Allah Mahatahu akan segala perkara yang kamu lakukan. Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia pun melupakan diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang merusak."
Para pemimpin muslim dan jemaat Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,
Sebuah tanggung jawab bagi kita sebagai hamba Tuhan untuk terus-menerus menyampaikan rasa terima kasih dengan ucapan Alhamdulillahirabbilalamin terhadap karunia-karunia yang tidak mungkin dapat dihitung jumlahnya ini. Kenikmatan-kenikmatan yang telah kita rasakan sepanjang hidup hendaknya membuat kita menjadi seseorang yang bijaksana dalam bersyukur dan berterima kasih. Dengan cara demikian, semoga saja kenikmatan tersebut tetap dapat kita nikmati dan bahkan akan diberi tambahan oleh Allah. Seperti firman-Nya:
Jika kalian bersyukur, Aku pasti akan menambahkan kepadamu, dan jika kalian ingkar, sesungguhnya azab-Ku sangat keras.
Maknanya, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan memberikan tambahan nikmat kepada kalian, namun jika kalian ingkar terhadap nikmat-Ku, sungguh siksa-Ku sangat berat." (QS Ibrahim: 7)
Sebelum memulai penyampaian materi khutbah ini, khatib menyampaikan ajakan kepada seluruh jemaah Jumat agar terus-menerus menumbuhkembangkan, memperkuat, serta menerapkan rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa di setiap saat dalam kehidupan mereka. Pesan tentang pentingnya taqwa merupakan tanggung jawab yang harus disampaikan oleh khatib kepada para jemaah dan termasuk sebagai bagian dari komponen pokok dalam khutbah. Apabila pesan tersebut tidak disampaikan, maka khutbah Jumat yang dibacakan akan dinilai belum lengkap dan dapat memberikan dampak negatif terhadap sah atau tidaknya pelaksanaan ibadah salat Jumat.
Sebagai acuan, apakah kita termasuk hamba yang beriman atau tidak dapat diketahui melalui kemampuan kita dalam memenuhi semua perintah Tuhan serta menjauhi larangan-Nya. Keimanan tidak cukup hanya diucapkan secara lisan tetapi bisa dinilai dari selarasnya perkataan dan perilaku seseorang. Mungkin kita mengetahui bahwa suatu hal dilarang oleh Allah. Atau mungkin kita mahir menyampaikan bahwa sesuatu tersebut bertentangan dengan ajaran agama. Akan tetapi bila nyatanya ucapan, pikiran, dan tindakan kita justru bertolak belakang, maka keimanan kita layak dipertanyakan.
Para pemimpin muslim dan jemaat Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,
Alhamdulillah, kini kita sedang menginjak tahap transisi pada tahun Hijriyah. Bulan Dzulhijjah, yaitu bulan terakhir, telah berganti dengan Muharram yang menjadi awal dari tahun Hijriyah baru. Perubahan tahun kali ini jangan dilihat hanya sekadar pergantian waktu seperti biasa. Kesempatan ini menyimpan makna serta pelajaran penting yang bila digunakan secara optimal dapat membawa keberhasilan dan kelimpahan rezeki dalam kehidupan. Penggantian tahun ini seharusnya menjadi momen untuk melakuakan pengecekan diri, menilai kembali pengalaman hidup selama ini sehingga bisa menjelma menjadi lebih baik di masa depan.
Jika kalian bersyukur, Aku pasti akan menambahkan kepadamu, dan jika kalian ingkar, sesungguhnya azab-Ku sangat keras.
Maknanya, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan memberikan tambahan karunia kepada kalian, namun jika kalian ingkar terhadap nikmat-Ku, maka sungguh siksaan-Ku betul-betul sangat berat." (QS Ibrahim: 7)
Sebelum memulai penyampaian isi khutbah ini, imam menyampaikan ajakan kepada seluruh jemaah Jumat agar terus-menerus menumbuhkembangkan, memperkuat, serta menerapkan rasa taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala momen kehidupan mereka. Pesan tentang pentingnya taqwa merupakan tanggung jawab yang harus disampaikan oleh khatib kepada para jamaah, dan termasuk sebagai bagian dari komponen pokok dalam khutbah. Apabila pesan tersebut tidak disampaikan, maka khutbah Jumat dianggap belum lengkap dan dapat memengaruhi sah atau tidaknya pelaksanaan shalat Jumat.
Sebagai tolak ukur, apakah kita masuk dalam golongan orang beriman atau tidak, yaitu sejauh mana kemampuan kita melaksanakan semua perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Keimanan tidak cukup hanya sekadar ucapan tetapi dapat dinilai dari selarasnya perkataan dan tindakan. Mungkin kita mengetahui bahwa suatu hal dilarang oleh Allah. Bahkan mungkin kita mahir menyampaikan pendapat bahwa hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama. Tapi bila nyatanya kata-kata, hati, dan perilaku tidak sama, maka keimanan kita layak dipertanyakan.
Para jemaat muslim yang tercinta, selamat hari Jumat, semoga Allah merahmati kalian,
Alhamdulillah, kini kita sedang menginjak tahap transisi pada tahun Hijriyah. Bulan Dzulhijjah, yaitu bulan terakhir, akan segera digantikan oleh bulan Muharram yang menjadi awal dari tahun Hijriyah baru. Perubahan tahun ini jangan disalahartikan sebagai pergantian waktu biasa. Saat ini membawa makna serta pelajaran penting yang bila dioptimalkan dapat memberi hasil sukses dan barokah dalam kehidupan. Penggantian tahun ini semestinya menjadi momen untuk melakuakan pengecekan diri, menilai ulang, serta merenung tentang jalannya hidup selama ini supaya kedepannya bisa lebih baik lagi.
Tuhan telah memberi peringatan dalam Al-Quran, Surah Al-Hasyr ayat 18:
Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa saja yang telah ia persiapkan untuk esok hari. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala perbuatan kalian.
Maksudnya, "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa lah kepada Allah dan biarlah tiap-tiap orang mengingat apa yang ia perbuat untuk hari besok (kehidupan akhirat). Bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat melihat segala sesuatu yang kalian lakukan."
Para pemimpin muslim dan jemaat Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,
Selain merenung tentang hal-hal yang sudah dikerjakan dalam waktu lampau, kita juga perlu bersiap-siap menyambut masa depan di tahun mendatang. Ini sangat penting karena setiap perjalanan tentu memerlukan persiapan yang layak sehingga kita dapat mencapai tujuan secara maksimal.
Melalui usaha atau upaya ini dalam menjalani kehidupan, kita juga perlu memahami bahwa kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Kita diminta untuk berusaha, lalu kemudian diingatkan untuk bertawakkal dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Surat Luqman ayat 34 tersebut dikatakan:
Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari kiamat. Ia menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak seorang pun tahu apa yang akan ia peroleh esok harinya. Dan tidak pula diketahui oleh seseorang di mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Maknanya, "Sesungguhnya Allah mengenal hari kiamat, menurunkan hujan, serta memahami segala sesuatu yang terkandung dalam janin. Tidak ada seseorang pun yang bisa tahu dengan pasti apa yang akan ia lakukan esok harinya. Demikian pula, tidak ada siapa pun yang mampu menentukan tempat di bumi di mana ia nanti akan meninggal dunia. Sungguh, Allah Mahatahu lagi Mahalengkap."
Ayat ini menggambarkan kuasa Tuhan dalam hal masa depan serta ketidakpastian kita terhadap peristiwa yang akan terjadi besok. Di dalam sebuah ayat, Tuhan menyampaikan kelima kemampuannya secara bersamaan mengenai perkembangan di masa mendatang.
Pertama, hanya Allah yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Tidak ada satupun manusia yang bisa memprediksi waktu kedatangan kiamat tersebut. Kedua, hanya Allah yang mengetahui kapan hujan akan turun guna menyuburkan bumi serta memberikan kelimpahan rezeki bagi umat manusia sebagai persediaan hidup di dunia. Ketiga, hanya Allah yang mengetahui isi dari janin dalam perut seorang wanita. Meskipun kini telah tersedia berbagai alat modern seperti ultrasound atau USG untuk melihat perkembangan bayi dalam kandungan, secara esensial semuanya tetap bersifat dugaan belaka.
Empat, Tuhan adalah satu-satunya yang mengetahui takdir kita kelak. Kita hanya dapat berupaya semaksimal mungkin, tetapi Tuhan-lah yang menetapkan akhir dari segala sesuatu. Lima, Tuhan saja yang mengerti kapan seseorang akan wafat. Tidak seorang pun manusia yang bisa memprediksi usianya sendiri, tempat ia akan meninggal, atau lokasi pemakamannya. Akan tetapi, kematian adalah suatu kepastian yang harus dihadapi oleh setiap makhluk hidup.
Setiap umat memiliki waktu tertentu. Apabila waktunya tiba, mereka tidak akan menunda selama satu jam pun atau mendahulukannya.
Maknanya, "Tiap-tiapi umat memiliki masa berlaku (waktu tertentu). Apabila waktunya tiba, mereka tidak bisa memohon pengunduran sejenak maupun permintaan percepatan." (QS: Al-A'raf: 34)
Para pemimpin muslim dan jemaat Jumat yang dirahmati oleh Allah,
Sebagai penutup dari khutbah jum'at muhasabah ini, marilah kita merenungkan pesan Nabi Muhammad SAW dalam satu hadis yang dikumpulkan oleh Imam Hakim:
Manfaatkan lima hal sebelum kelima itu hilang: kejantananmu sebelum tua, kesehatanmu sebelum sakit, kesenanganmu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.
Maksudnya adalah, "Manfaatkan lima hal sebelum ada kelima hal tersebut; masa muda mu sebelum menginjak usia tua, kesehatanmu sebelum sakit, kekayaanmu sebelum menjadi miskin, waktu senggangmu sebelum sibuk, serta hidupmu sebelum mati."
Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang agung, serta memanfaatkan saya dan kalian dengan apa yang ada di dalamnya dari ayat-ayat dan perkataan bijak. Semoga Allah menerima bacaan kami berdua, sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Aku katakan ucapan ini, dan aku minta ampunan kepada Allah yang Agung bagi diriku dan kalian serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya Dialah Yang Pemaaf lagi Pengasih.
Khutbah 2
Alhamdulillah yang telah mengharamkan puasa pada hari-hari raya sebagai bentuk pemberian kepada hamba-Nya yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya yang menjadikan surga untuk orang-orang bertakwa dan aku bersaksikan bahwa Nabi kita dan Tuankita Muhammad adalah abdi-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan jalan yang lurus. Ya Allah, berilah shalawat, salam serta barokah atas Nabi kami Muhammad beserta keluarganya, sahabatnya dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Sesudah itu, wahai para mukminin, saya nasihatkan kamu semua dan diriku sendiri agar takwa kepada Allah; sesungguhnya orang-orang bertakwalah yang berhasil. Takwilah Allah secara sungguh-sungguh dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim. Allah Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang ia persiapkan untuk esok harinya, dan takwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
0 Komentar