JCI Indonesia Leadership Academy 2026: Bentuk Pemimpin Hebat dan Visioner

jatim.Ants SURABAYA – JCI East Java berhasil menggelar JCI Indonesia Leadership Academy 2026, program peningkatan kemampuan kepemimpinan yang menitikberatkan pada perubahan diri serta pemantapan integritas seseorang.

Acara yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun oleh JCI Indonesia ini mengumpulkan anggota serta pengurus dari 17 cabang JCI di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam empat hari tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi tentang organisasi dan kepemimpinan, namun juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan, prinsip, serta bidang yang perlu dikembangkan dalam diri mereka sendiri.

Strategi ini dibuat guna melahirkan para pemimpin yang mampu memimpin dengan kebijaksanaan, sikap jujur, serta arah yang tegas, bukan hanya bergantung pada posisi resmi mereka.

Kepala Proyek JCI Indonesia Leadership Academy 2026, Haryo Joyosentoso menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membawa dampak yang tetap bertahan lama dengan meningkatkan kualitas kepemimpinan di kalangan generasi muda.

"Memahami sejarah dan struktur organisasi memang penting, namun hal tersebut belum cukup untuk menciptakan seorang pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan. Dengan adanya akademi ini, kami mendorong para peserta untuk lebih memahami diri sendiri sehingga dapat memimpin secara lebih efektif," ujar Haryo, pada hari Rabu (10/6).

Agar dapat mencapai tujuan tersebut, pihak penyelenggara memasukkan konsep Empat Bidang Peluang dari JCI ke dalam berbagai aktivitas belajar yang bersifat nyata dan aplikatif.

Peningkatan kemampuan seseorang dilaksanakan dengan menggunakan sesi pemikiran kritis dan peningkatan kepribadian, sementara segi bisnis dan wirausaha ditunjukkan melalui kunjungan ke perusahaan serta analisis contoh nyata dalam pekerjaan.

Di samping itu, para peserta turut serta dalam aktivitas sosial dan mendapatkan peluang untuk belajar secara langsung bersama mentor international yang memiliki pengalaman banyak.

Dengan berbagai aktivitas yang dilaksanakan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan ketahanan mental, memiliki pandangan yang jelas, dan mampu menciptakan pengaruh baik dalam lingkungannya.

Berdasarkan pendapat Haryo, kesuksesan sebuah program bukan hanya dinilai dari kemampuan seseorang mengelola organisasi, namun juga dari adanya perubahan sikap dalam aktivitas harian mereka.

"Kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa baik seseorang memimpin sebuah lembaga, melainkan juga bagaimana dia tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dalam keluarga serta lebih bersifat bekerja sama di lingkungan kerja," katanya.

Ia menyatakan bahwa perubahan besar selalu dimulai dengan tindakan kecil yang diambil oleh masing-masing orang.

"Mungkin Anda tidak dapat merubah seluruh dunia, namun Anda mampu mengubah dunia Anda sendiri. Semua hal tersebut bermula dari diri Anda sendiri," katanya. (mcr12/jpnn)

Posting Komentar

0 Komentar