Iran Balas Serangan Militer AS di Irak Utara

Ants - TEHERAN - Eskalasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran terus meningkat.

Iran meluncurkan serangan rudal menyebutkan bahwa pangkalan udara Harir milik Amerika Serikat di bagian utara Iraq menjadi target, menurut laporan agensi berita Iran, Nour News. Tindakan ini dilakukan setelah serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Laporan yang dirilis pada hari Jumat (11/6) tersebut mengatakan bahwa Iran juga melancarkan serangan terhadap situs radar milik Amerika Serikat di kawasan Kurdi Irak, beserta kapal-kapal Amerika yang berada di Selat Hormuz maupun Teluk Persia.

Pada hari Rabu (10/6) sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan tuduhan kepada Iran yang dianggap melakukan penundaan dalam negosiasi. Ia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat memiliki niat untuk memulai serangan skala besar terhadap Iran.

Di sisi lain, pada pagi hari kamis menurut waktu setempat, media Iran menyebutkan terjadinya ledakan di beberapa kota seperti Minab, Mohr, Bandar Abbas, serta Sirik. Sistem pertahanan udara dinyalakan di Tehran dan daerah selatan negeri tersebut.

Kantor Pusat Markas Besar Khatam al-Anbiya Tentara Pasukan Senjata Iran juga mengungkapkan terjadinya pelanggaran ruang udara bagian selatan Iran oleh satu pesawat tempur F-16 Amerika Serikat.

Kemudian markas itu mengumumkan tutupnya Selat Hormuz untuk semua kapal serta memperingatkan akan merespons dengan cara yang sangat keras jika ada serangan tambahan dari Amerika Serikat.

Selat Hormuz Ditutup Lagi

Angkatan bersenjata Iran pada hari Jumat (11/6) mengungkapkan bahwa Selat Hormuz dihentikan total dalam kegiatan pelayaran.

Keadaan ini berdampak pada semakin memburuknya tegang antara pihak-pihak yang bersengketa di wilayah tersebut.

Dalam siaran televisi nasional Iran, Komando Khatam Al-Anbiya menyampaikan bahwa jalur laut penting ini ditutup bagi seluruhnya, termasuk kapal tangki dan kapal perdagangan, akibat kondisi keamanan yang menurut mereka tidak stabil di wilayah tersebut.

Tentara Iran mengingatkan bahwa "setiap gerakannya" di Lautan Hormuz akan menjadi target tembakan.

Putusan itu diambil setelah terus berlangsungnya "agresi Amerika" dan serangan terbaru pihak Amerika Serikat terhadap Wilayah Hormuzgan di bagian selatan Iran.

Kantor Pusat Khatam Al-Anbiya menolak pernyataan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa kapal-kapal tetap dapat melewati Laut Tengah Hormuz.

Sebelumnya, media Iran menyebutkan adanya ledakan, pengaktifan sistem pertahanan udara, serta serangan udara yang terjadi di beberapa lokasi di bagian selatan Iran, seperti Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik.

Kepala Komando Pasifik Amerika Serikat (PACOM) mengungkapkan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran di Irak. (antara/jpnn)

Posting Komentar

0 Komentar