Ants - Dony Oskaria, Wakil Ketua Eksekutif Perusahaan Manajemen Investasi Daya Anugrah Nusantara (Danantara Indonesia), menyatakan bahwa susunan lembaga Danantara dibuat berbeda dari model pengelolaan investasi yang digunakan oleh 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Dari awal berdirinya, Danantara sudah mengimplementasikan pemisahan antara pengelolaan perusahaan milik negara (BUMN) dan kegiatan investasi untuk mengurangi potensi bahaya.
Dony menyampaikan bahwa kekhawatiran beberapa kalangan masyarakat yang membandingkan Danantara dengan 1MDB timbul akibat terjadinya penggabungan aset BUMN beserta peran investasi di bawah satu badan usaha. Akan tetapi, dia menekankan bahwa Danantara dirancang dengan sistem tata kelola yang berbeda lewat pemisahan tanggung jawab antara manajemen aset dan aktivitas investasi.
"Sejak awal merancang Danantara, kami telah mempertimbangkan perlunya pembagian risiko antara manajemen BUMN dan investasi. Karena pada dasarnya investasi bisa saja gagal atau memberikan hasil," ujar Dony dalam sebuah episode podcast Bukan Kaleng Kaleng, dilaporkan pada hari Jumat (11/6).
Ia mengatakan bahwa tanpa adanya pemisahan tersebut, gagalnya investasi bisa secara langsung memengaruhi kinerja perusahaan milik negara yang merupakan penopang ekonomi nasional.
"Anda dapat membayangkan jika nanti kita melakukan investasi dan investasinya tidak berhasil, maka akan mengganggu BUMN tersebut. Oleh karena itu sejak awal kita telah merancang hal ini dengan memecahkannya," kata Dony.
Dony menyampaikan bahwa Danantara terdiri dari dua pilar utama. Yang pertama adalah Danantara Asset Management yang bertugas sebagai konsolidator sekaligus pengelola portofolio perusahaan milik negara.
Kedua, Danantara Investment Management bertindak sebagai divisi investasi yang mengelola penempatan dana ke dalam proyek-proyek yang bersifat produktif.
"Danantara Asset Management sebagai penggabung perusahaan milik negara, serta Danantara Investment Management sebagai divisi investasinya," tambahnya.
Pengelolaan BUMN jadi kunci
Dia menyampaikan bahwa pendanaan yang digunakan dalam investasi tidak bersumber dari aset inti BUMN, tetapi berasal dari laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan milik negara yang berada dalam pengelolaan Danantara Asset Management.
"Yang dialokasikan adalah laba. Oleh karena itu, laba yang diperoleh oleh Danantara Asset Management digunakan untuk kegiatan yang menguntungkan, guna mendorong perkembangan perekonomian kita," kata Dony.
Oleh karena itu, Dony menegaskan bahwa kesuksesan Danantara sangat tergantung pada mutu pengelolaan BUMN. Makin tinggi performa perusahaan milik negara, makin besar juga laba yang bisa digunakan untuk memperkuat investasi serta perkembangan ekonomi nasional.
Apa maksudnya? Pengelolaan BUMN ini menjadi titik penting bagi kelangsungan hidup Danantara. Jika kita salah dalam mengelola BUMN tersebut, maka Danantara akan pasti... gone. "Karena kunci yang ditanamkan berasal dari pengelolaan BUMN," katanya.
0 Komentar