Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Lepaskan Sombong, Hargai yang Lain

Ringkasan Berita:
  • Menyadari bahwa diri tidak selalu lebih unggul dari orang lain merupakan cara untuk mengembangkan sikap rendah hati.
  • Dimulai dengan kesadaran bahwa segala kemampuan hanya diberikan sementara, latihlah kasih sayang dengan mendengarkan orang lain, dan fokuslah pada perasaan terima kasih daripada menggambarkan diri sendiri secara banding.
  • Jum'at dianggap oleh umat Islam sebagai hari terbaik dalam seminggu, yaitu hari yang penuh dengan berkah dan kemuliaan.

Ants - Menyadarkan diri untuk tidak bersikap congkak dan merasa lebih unggul dari orang lain merupakan cara membentuk sikap rendah hati. - Membuang rasa percaya diri berlebihan serta menganggap diri paling hebat ialah langkah dalam menumbuhkan kerendahan hati. - Proses meninggalkan kesombongan dan keyakinan bahwa kita yang terbaik adalah bagian dari latihan hidup dengan jiwa yang rendah hati.

Dimulai dengan kesadaran bahwa segala kemampuan hanya diberikan sebagai amanat, mengasah perasaan empati dengan mendengarkan pendapat orang lain, dan menitikberatkan pada rasa terima kasih daripada melakukan pembandingan diri sendiri.

Membicarakan mengenai Jumat mendatang, khususnya pada hari Jumat tanggal 12 Juni tahun 2026, sebagai seorang pria yang beragama Islam kami akan menjalankan ibadah Salat Jumat.

Jum'at dianggap oleh umat Islam sebagai hari terbaik dalam seminggu, yaitu hari yang penuh dengan berkah dan kemuliaan.

Untuk khotbah pada minggu depan hari Jum'at, berikut ini adalah teks khotbah Jum’at tanggal 12 Juni 2026 yang telah dikumpulkan oleh Ants dari berbagai sumber dengan tema “Menghilangkan Kesombongan dan Rasa Percaya Diri Berlebihan”.

Khutbah 1

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya serta meminta ampunan dari-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami sendiri dan dari buruknya perbuatan-perbuatan kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkan dia, dan siapa yang disesatkan maka tiada pemberi jalan kembali baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak memiliki sekutu sedikitpun, dan aku bersaksikan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya semuanya. Sesudah itu, wahai orang-orang muslimin! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan janganlah mati melainkan dalam kondisi Muslim. Sungguh Allah Ta'ala telah berkata dalam Kitab Suci-Nya: "Dan ketika tuanmu mengancam, sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan meningkatkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu kafir maka sesungguhnya azab-Ku sangat keras."

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Di momen yang penuh berkah ini marilah kita terus-menerus menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia serta limpahan nikmat yang tak dapat kami ukur secara keseluruhan. Rasa syukur tersebut perlu kita sampaikan dengan ucapan "Alhamdulillahi rabbil alamien", teguhkan dalam jiwa kita, dan wujudkan melalui langkah konkret dalam kehidupankita. Dengan ketiga bentuk bersyukur ini semoga saja, Allah SWT senantiasa menjaga dan meningkatkan segala kenikmatan yang telah Kami terima.

Selain memperingatkan agar selalu bersyukur, khotib juga menyeru dirinya sendiri maupun secara umum kepada jemaah untuk terus-menerus meningkatkan dan memperkuat rasa takut kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi setiap larangan-Nya. Jangan sampai kita termasuk dalam kelompok yang bertentangan, yaitu mereka yang mengabaikan perintah-Nya, mengerjakan larangan-Nya, bahkan tidak merasa bersalah atau malah sombong dan percaya diri karena memiliki banyak dosa. Amin.

Kita perlu menyadari dengan sepenuhnya bahwa kehidupan kita di bumi ini sangat singkat, sehingga tidak ada alasan untuk membanggakan diri atau merasa lebih unggul daripada orang lain. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan peringatan dalam Al-Qur'an, surah Al-Isra ayat 37:

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan penuh keangkuhan. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus tanah dan tidak akan sampai pada ketinggian gunung.

Maknanya: "Jangan kamu berjalan di dunia ini dengan penuh kesombongan, sebab sesungguhnya kau tidak bisa melubangi bumi dan juga tidak mampu mencapai tingkat yang sama seperti pegunungan."

Ayat ini menyerukan kita untuk tidak menjadi bangga diri dan menghindari sikap percaya diri berlebihan serta merasa lebih unggul daripada orang lain. Apalagi merasa lebih besar dibanding Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Kita diberi peringatan untuk menyadari kekurangan yang dimiliki, hidup dengan rendah hati, serta tidak bersikap congkak atau sombong. Mengapa? Karena sebagai makhluk dengan batasan kemampuan, kita tidak mungkin bisa melakukan hal-hal diluar kemampuan sendiri. Kesombongan merupakan salah satu ciri melebihi batas kemampuan diri dan juga melebihi sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah SWT.

Tuhan melarang kita bertindak penuh rasa percaya diri secara berlebihan saat berada di muka bumi. Bersikap congkak dalam menjalani hidup tidak sesuai dengan norma yang seharusnya, karena meskipun langkah kaki seseorang terdengar kuat dan keras ketika menyentuh tanah, hal itu tidak bisa membuat lapisan permukaannya retak. Demikian pula, seberapa tinggi pun kepala seseorang dikibaskan, ia tetap tak mampu melewati ketinggian pegunungan.

Secara psikologis, seseorang yang sering berjalan dengan sikap congkak mengindikasikan adanya ketidakpercayaan diri di dalam hatinya. Karena merasa tidak percaya pada dirinya sendiri, dia kemudian memperlihatkan wajah bangga agar bisa menyembunyikan rasa lemahnya itu, sekaligus mencuri perhatian orang-orang disekitarnya.

Tidak hanya sekali Firman Tuhan menyampaikan peringatan agar jangan bersikap congkak atau merasa diri terbaik sendirian. Di ayat lain, Allah berfirman:

Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia dan jangan pula berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang congkak lagi membanggakan diri.

Maknanya: "Jangan engkau menghindar dari sesama manusia karena merasa tinggi hati, serta janganlah berlalu melewati dunia ini dengan penuh kesombongan. Sungguh, Allah tidak mencintai siapa pun yang sombong dan selalu percaya diri secara berlebihan." (QS: Luqman: 18)

Menurut Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia, ayat ini memberikan peringatan agar kita lebih menekankan pada akhlak dan etika yang baik dalam bersikap kepada sesama manusia. Bentuk dari akhlak yang mulia ialah dengan menghindari sifat tinggi hati serta bangga diri, serta tidak meremehkan orang lain. Salah satu ciri-ciri seseorang yang sombong yaitu ketika berpapasan dengan orang lain, dia mengalihkan wajahnya, enggan menyapa atau menunjukkan sikap ramah. Dia mencerminkan rasa percaya diri yang berlebihan, seperti merasa memiliki otoritas tertinggi dan paling istimewa. Namun, kita telah diperintahkan untuk selalu hidup secara sederhana, bersikap biasa saja, berkata-kata santun dan lembut, sehingga membuat orang lain merasakan harga dirinya dihargai dan didengar.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ketergantungan diri, kesombongan, merasa terbaik serta memiliki kekuatan sendirian adalah ciri-ciri yang bisa mencegah seseorang memasuki surga. Dalam sebuah hadis yang dikumpulkan oleh Imam Muslim melalui Abdullah bin Mas’ud RA, disampaikan:

Tidak akan masuk surga siapa pun yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.

Maknanya: "Tidak akan memasuki surga mereka yang di dalam hatinya masih memiliki sifat congkak atau bangga diri, bahkan sekali pun hanya sedikit seperti biji wijen."

Ini selaras dengan riwayat yang menyatakan bahwa sifat bangga membuat setan mendapat kemarahan Tuhan karena dia tidak taat pada perintah Tuhan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Sifat tersebutlah yang menyebabkannya dikeluarkan dari surga. Hal ini tercantum dalam QS Al-Baqarah ayat 34:

Dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud, kecuali Iblis; dia enggan dan menyombongkan diri, serta termasuk orang-orang yang kafir.

Maksudnya: "Ingatlah saat Kami memerintahkan para malaikat untuk 'bersujud kepada Adam!' Lalu mereka melakukan itu, kecuali Iblis. Dia menentang perintah tersebut dan sombong, serta dia masuk dalam kelompok orang-orang yang tidak percaya."

Kebanggaan merupakan sifat turunan setan yang patut dijauhi oleh umat manusia. Seseorang yang membanggakan diri biasanya tak pernah ingin kalah atau tunduk pada siapa pun. Jika ada orang yang lebih unggul darinya, dia cenderung bersikap dingin dan terus-menerus berusaha melampaui orang-orang lainnya. Selain itu, individu yang sombong mudah sekali melakukan pemalsuan informasi serta menciptakan narasi-narasi palsu demi meninggikan citra dirinya sendiri. Jiwa orang yang penuh rasa percaya diri berlebihan ini sudah mati dan sulit menerima fakta-fakta nyata. Perlahan namun pasti, sesungguhnya dia sedang membawa dirinya menuju tempat hinaan.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. Demikianlah isi khotbah Jumat yang disampaikan hari ini. Mudah-mudahan Allah memberi kita kemampuan untuk menghindari sikap congkak serta rasa percaya diri berlebihan sehingga kita tak jatuh dalam lubang penghinaan dan dapat selamat dari azab api neraka. Amin. 2. Inilah khotbah Jumat kali ini. Semoga kami dijaga oleh-Nya agar tetap menjauhi sifat bangga diri dan anggapan bahwa hanya diriku yang terbaik, supaya tidak terseret ke tempat rendah dan mencegah kita mendapat hukuman api neraka. Amin. 3. Selesai sudah khutbah Jumat bulan ini. Mohon semoga kita semua diberi kesadaran untuk meninggalkan perilaku tinggi hati serta keyakinan diri berlebihan agar tidak masuk ke celah kehinaan dan bisa lepas dari adzab api neraka. Amin. 4. Berakhirnya khotbah Jumat ini. Kami berharap kepada Tuhan kiranya memperkuat kita untuk tidak menunjukkan watak sombong atau merasa lebih unggul daripada orang lain, agar tidak sampai tergelincir ke dalam perbuatan yang memalukan dan hindarkan kita dari api neraka. Amin. 5. Itu tadi rangkaian ceramah Jumat. Dengan harapan besar, kita diberi keteguhan untuk menghilangkan sikap egois dan merasa paling benar, dengan demikian kita akan terlindungi dari kerendahan hidup dan bebas dari ancaman api neraka. Amin.

Allah memberkati saya dan kalian pada hari yang mulia ini, serta bermanfaat bagi saya dan kalian melalui sholat, zakat, membaca Al-Qur'an, dan segala bentuk kebaikan lainnya. Terimalah dari saya dan kalian seluruh amalan kami; sesungguhnya Dia adalah Yang Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena Dialah Yang Pemurah lagi Pengampun.

Khutbah 2

Segala puji dan syukur bagi Allah atas kebaikan-Nya dan penghargaan kepada-Nya karena petunjuk serta anugerah-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang satu-satunya, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksikan pula bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan keridhaan-Nya. Ya Tuhan kami, limpahkanlah rahmat kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarganya dan sahabatnya dengan salam yang banyak. Sesudah itu, wahai manusia! Bertakwalah kamu kepada Allah dalam apa yang diperintahkan-Nya dan jauhilah hal-hal yang diharamkan-Nya; ketahuilah sesungguhnya Allah memerintahkan kalian suatu perbuatan yang dimulai oleh diri-Nya sendiri, lalu disempurnakan melalui malaikat-malaikat-Nya dengan kesucian-Nya. Dan Dia berfirman: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi." Wahai orang-orang yang beriman, shalatkansalah seorang mereka dan sampaikan salam sejahtera. Ya Tuhan kami, limpahkanlah sholawat kepada Nabi kita Muhammad, semoga Allah memberkati beliau dan menyelamatkan beliau, juga kepada keluarga Nabi kita Muhammad, para nabi dan rasul-Mu, serta malaikat-malaikat dekat-Kami. Berkenanlah Engkau merida kepada khulafa' ar-rasyidin yaitu Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, dan lain-lain dari kalangan sahabat dan tabi'in serta generasi setelahnya dengan baik sampai hari Kiamat. Meridailah kami bersama merekapun dengan kasih sayangMu, ya Tuhan Yang Paling Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa orang-orang beriman laki-laki maupun wanita, umat Islam laki-laki maupun wanita yang masih hidup atau sudah wafat. Ya Allah, tinggikanlah agama Islam dan kaum Muslimin, rendahkanlah kemusrikin dan musuh-musuhnya, bantulah hamba-hambamu yang tauhid dan dukung siapa saja yang mendukung agama ini, hilangkanlah siapa pun yang mengkhianati kaum Muslimin, binasakanlah musuh-musuh agama, dan tegakkanlah perkataan-perkataanmu sampai hari akhirat. Ya Allah, hindarkanlah dari kami malapetaka, penyakit, gempa bumi, fitnah-fitnah, bahaya-bahaya seperti yang tampak maupun tersembunyi, khususnya untuk negeri kami Indonesia dan negara-negara Muslim secara umum, ya Tuan Semesta Alam. Kami memohon kepada Tuhan kami agar memberikan kebajikan dunia dan kebajikan akhirat, serta menjaga kami dari siksa api neraka. Tuhan kami, kami telah dzalim terhadap diri kami sendiri; jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihi kami maka pasti kami termasuk golongan rugi. Hai hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk adil dan berbuat baik, memberi hak kepada sanak kerabat, dan larangannya ialah melakukan kekejaman, kemungkaran, dan aniaya. Ia membawa nasihat supaya kalian ingat, dan ingatlah Allah Yang Agung akan membuat engkau diingat, ucapkanlah rasa syukur atas nikmat-Nya maka Engkau akan ditambahkan, dan lebih besar daripadanya adalah zikir kepada Allah.

Lihat berita terbaru Antslainnya di: Google News

Posting Komentar

0 Komentar