Ringkasan Berita:
- Ratusan penduduk Sragen mengisi Alun-alun Sasono Langen Putro sejak siang hari guna menyambut perayaan Tahun Baru 2026, meskipun tidak ada panggung hiburan maupun pertunjukan kembang api yang diresmikan.
- Pada jam 00.00 waktu setempat, kembang api bercahaya secara bergilir dari keempat penjuru Alun-alun.
- Penggunaan mercon berlangsung selama kurang lebih lima menit. Setelah upacara yang sederhana tersebut, masyarakat mulai bubar dan Jalan Raya Sukowati kembali dilewati kendaraan.
Jurnalis Berita, Septiana Ayu Lestari
News, SRAGEN - Mulai dari petang hari, puluhan ribu penduduk berkumpul di Alun-alun Sasono Langen Putro, Sragen, guna menyambut perayaan pergantian Tahun Baru 2026, pada Kamis (31/12/2025).
Makin larut malam, semakin banyak penduduk Sragen yang hadir bersama anggota keluarga, sahabat, serta sanak famili.
Walaupun tidak terdapat panggung hiburan atau pertunjukan kembang api yang diadakan secara resmi, penduduk tetap berada di tempat sampai jam 00.00 WIB.
Ketika saat yang ditunggu-tunggu datang, penduduk pada mulanya masih duduk dengan tenang.
Namun, tiba-tiba terdapat kembang api yang menyala di sisi selatan Alun-alun, dilanjutkan dari arah barat, utara, dan timur pada hari Kamis (1/1/2026) pagi waktu setempat.
Meriam meria meledak secara berurutan dan diketahui dihidupkan oleh penduduk setempat di Alun-alun.
Meski tak secemerlang tahun-tahun sebelumnya, pesta kembang api tersebut tetap menarik perhatian para penduduk yang masih berada di sana.
Rekam Kembang Api
Para warga yang sebelumnya duduk tiba-tiba bangkit dan mulai mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel mereka masing-masing.
Banyak dari mereka yang merekam adalah para ibu.
Anak-anak muda yang sedang berada di Alun-alun terlihat senang melihat pertunjukan kembang api.
"Tidak seheboh dahulu, tapi ya sudah begitu," ujar salah seorang penduduk Sragen di dekat Alun-alun.
Pertunjukan kembang api yang menyala secara berselang-seling berlangsung selama kurang lebih lima menit. Selanjutnya, para penduduk mulai bubar dan pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Angka pengunjung yang hadir di Alun-alun juga lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah pukul 00.00 WIB, Jalan Raya Sukowati Sragen kembali dilewati kendaraan. (*)
0 Komentar