Petugas kepolisian berhasil meringkus tersangka kasus pembunuhan terhadap Muhammad Axle Harman Miller (9 tahun), putra seorang anggota partai PKS di kota Cilegon, Banten. Pelaku ditangkap setelah kabur selama dua minggu pasca-insiden memilukan yang mengakibatkan tewasnya anak tersebut pada tanggal 16 Desember 2025 di kediamannya di Perumahan BBS 3, Cilegon.
Tersangka diamankan dalam keadaan tidak terduga, yaitu ketika sedang melaksanakan tindak pidana pencurian di sebuah perumahan mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon selama dua masa jabatan, Roisyudin Sayuri. Penangkapan tersebut menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus yang sebelumnya sulit bagi aparat lantaran kurangnya barang bukti awal.
Berikut rangkumannya.
Petugas Keamanan Menangkap Tersangka Pembunuhan Putra Anggota Partai PKS di Kota Cilegon
Petugas kepolisian mengamankan HA (30) sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Muhammad Axle Herman Miller (9), putra seorang anggota partai PKS di Cilegon.
Penganiayaan terjadi dua minggu setelah peristiwa pembunuhan yang membuat para penyelidik kesulitan menemukan tersangka.
HA diamankan di area Pabuaran, Desa Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.
Ketika ditanyai, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Komisaris Besar Polisi Dian Setyawan mengkonfirmasi bahwa tersangka pembunuhan Muhammad Axle telah berhasil ditangkap dan kini sedang dalam penahanan di Markas Polres Cilegon.
"Alhamdulillah (pelakunya ditangkap," ujar Dian, Jumat (2/1) malam.
Namun demikian, Dian tetap tidak bersedia mengungkapkan informasi tentang identitas, rangkaian kejadian penangkapan, serta alasan pelaku melakukan pembunuhan terhadap putra seorang anggota partai PKS, karena masih menanti hasil penyelidikan.
"Besok saja (disempaikan) pada saat presentasi resmi," ringkasnya.
Tersangka diketahui ditangkap saat sedang mencuri rumah mantan anggota DPRD.
Tersangka pembunuhan terhadap Axle diamankan ketika melakukan pencurian di sebuah rumah mewah yang dimiliki oleh bekas anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.
Penggerebekan dilakukan di Wilayah Pabuaran, Desa Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada hari Jumat siang (2/1).
Pertama-tama, masyarakat dan pemilik rumah tidak mengetahui hubungan tersangka dengan kasus pembunuhan Axle hingga pihak berwajib menginformasikan hal tersebut kepada mereka.
Perkara ini disampaikan oleh anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra sebagai keluarga dari Roisyudin. Dia menyebutkan, pada waktu kejadian pihaknya belum tahu bahwa orang yang ditangkap karena pencurian di rumah kerabatnya adalah tersangka pembunuh Axle. Mula-mulanya, mereka menduga dia hanyalah seorang pencuri biasa.
"Ya, dia ditangkap di rumah kerabat saya. Kami tidak mengetahui bahwa hal tersebut masih terkait dengan kasus di BBS, kami hanya menyadarinya pada malam hari. Ketika kami menghubungi pihak kepolisian, ternyata hasil penyelidikannya memperlihatkan adanya hubungan dengan perkara di BBS," ujar Dede Rohana ketika dihubungi via telpon, Sabtu (3/1).
Dede Rohana mengungkapkan bahwa tersangka pernah ketahuan melakukan pencurian di rumah kerabatnya ketika situasi rumah dalam keadaan kosong. Hampir setiap hari Minggu, penghuni rumah bersama anggota keluarganya sedang berada di BSD, Tangerang Selatan. Perbuatan pencurian itu tertangkap oleh kamera CCTV dan sudah dilaporkan kepada Polsek Cilegon.
Pada awalnya, hari Minggu (28/12), rumah tersebut mengalami pencurian. Barang yang hilang adalah perhiasan dan brankas yang telah dibawa keluar dengan menggunakan kursi roda, namun belum sempat diambil, sehingga ditinggalkan. Kejadian ini berlangsung pada siang hari Minggu. Karena setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, rumah tersebut selalu dikosongkan karena penghuni memiliki rumah lain di BSD.
"Ketika dilihat melalui kamera pengawas, terlihat seseorang, tetapi wajahnya tidak jelas. Dan hal ini telah dilaporkan kepada Polsek Cilegon," tambahnya.
Namun demikian, menurut Dede Rohana, tersangka diketahui tertarik memeriksa peti uang yang belum berhasil diambil, sehingga berani mengunjungi rumah itu lagi kali kedua pada hari Jumat (2/1) siang.
Berdasarkan pendapat Dede Rohana, tersangka kemungkinan telah memahami situasi rumah yang sering dikosongkan oleh penghuninya, apalagi pada masa tersebut anggota keluarga sedang berada di luar kota dalam rangka liburan Tahun Baru.
"Karena pergantian tahun, rumah kembali sepi. Pada hari Jumat (2/1) siang, ternyata ada tenaga kerja wanita di dalam rumah. Pelaku kemudian melanjutkan tindakannya karena sebelumnya masih belum berhasil membuka brankas. Dia bahkan membawa alat pemanas untuk mengunci dan berbagai peralatan lainnya, terlihat sangat ingin mengetahui cara membobol brankas," ujarnya.
Tindakan tersangka diketahui oleh pembantu rumah tangga saat sedang melakukan pembersihan. Tersangka kaget dan berusaha lari, tetapi terjatuh di anak tangga sehingga cedera dan tak mampu melarikan diri. Akhirnya, tersangka menyembunyikan dirinya di dalam rumah.
"Di dalam rumah tersebut ia telah memegang kunci kamarnya dan tertangkap oleh ABG yang sedang membersihkan. ABG scream, kemudian pelaku kabur. Karena letak rumah cukup naik bukit sehingga memiliki anak-anak tangga, sepertinya ia tersandung dan jatuh, lalu tidak dapat keluar, akhirnya menyembunyikan diri di dalam rumah, mungkin mengalami goresan karena bertabrakan dengan tangga," kata Dede Rohana.
0 Komentar